Night Diamond - Busy Baihaqi Arrafi: kebudayaan
Tampilkan postingan dengan label kebudayaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kebudayaan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Februari 2012

kebudayaan bali

Mengenal lebih dekat tentang kehidupan masyarakat Bali tentunya juga harus memahami seni kebudayaan yang ada di pulau wisata ini. Pulau yang terkenal dengan sebutan pulau Dewata ini mampu manrik perhatian dunia, khususnya wisatawan.

Bali, selalu menawarkan pesona. Begitu menurut kata banyak orang. Bali merupakan surga wisata Indonesia, Boleh jadi iya karena harus di akui untuk saat ini Bali memang menjadi tujuan favorit penghobby traveling di Indonesia. Tidak hanya sektor wisata saja yang menarik di pulau dewata ini. Ternyata Budaya Bali juga menarik untuk di kenal sebagai khasanah kekayaan kebudayaan Indonesia.


Nilai-nilai budaya Bali terdiri dari

1. Nilai tata krama : yaitu kebiasaan sikap sopan santun yang di sepakati dalam lingkungan pergaulan antar manusia di dalam kelompoknya.
2. Nilai Nguopin : gotong royong antar masyarakat yang ada di Bali.
3. Nilai Ngayah atau ngayang : Berupa kerja bakti yang tujuannya untuk keperluan agama.
4. Nilai Sopan santun : Kebudayaan bali berupa adat hubungan dalam sopan santun dalam pergaulan terhadap orang-orang yang berbeda sex.

Berikut ini merupakan daftar kebudayaan di pulau Bali yang meliputi rumah adat bali, musik Bali, pakaian daerah serta yang berkaitan dengan seni budaya Bali.

Pakaian Daerah Bali
Pakaian yang berasal dari daerah Bali memiliki banyakt bervariasi, meskipun terkadang secara selintas kelihatannya sama. Di setiap daerah di Bali memiliki ciri khas simbolik dan juga ada ornamen, berdasarkan kegiatan/upacara, jenis kelamin dan umur penggunanya. Dengan melihat hal tersebut di atas bisa di lihat bagaimana status sosial serta status ekonomi seseorang di Bali yaitu dengan mengetahui jenis corak busana dan ornamen perhiasan apa yang dipakainya.

Seni Tradisional Bali
Seni kebudayaan seperti tari Bali pada umumnya di bagi menjadi tiga kategori, diantaranya adalah wali atau seni yaitu tari pertunjukan sakral, bebali atau seni tari pertunjukan yang biasanya untuk upacara dan juga sering di tampilkan untuk untuk pengunjung yang datang ke Bali serta balih-balihan atau seni tari yang sifatnya untuk hiburan. Salah satu jenis seni tarian yang ada di Balidan sangat populer bagi para wisatawan adalah Tari Kecak.

Seni Musik Bali
Jenis musik tradisional Bali sebetulnya memiliki kesamaan dengan musik tradisional yang ada di banyak daerah lainnya di Indonesia. tapi terdapat ciri khas dalam teknik memainkan dan gubahannya yaitu dalam bentuk kecak. Seni kecak yaitu sebentuk nyanyian yang konon menirukan suara kera. Alat musik tradisional di Bali adalah, Gamelan, Jegog, serta Genggong.

Rumah Adat Bali
Jenis Rumah Adat Bali harus sesuai dengan aturan Asta Kosala Kosali seperti layaknya Feng Shui dalam Budaya China.

Masyarakat Bali memiliki filosofi berupa kedinamisan dalam hidup akan tercapai apabila terwujudnya hubungan yang harmonis antara aspek pawongan, palemahan dan parahyangan. Sehingga dalam pembangunan sebuah rumah harus memperhatikan aspek-aspek tersebut atau yang biasa di namakan masyarakat Bali dengan Tri Hita Karana. Pawongan bermakna para penghuni rumah. Sedangkan Palemahan berarti harus ada hubungan yang baik antara penghuni rumah dan lingkungannya.

Hampir setiap bangunan atau arsitektur tradisional yang ada daerah Bali selalu dipenuhi dengan banyak hiasan berupa ukiran, peralatan, serta pemberian warna. Hal tersebut ternyata mengandung arti tertentu sebagai ungkapan keindahan simbol-simbol dan penyampaian komunikasi.

Kebudayaan jepang


Sepanjang sejarahnya, Jepang telah menyerap banyak gagasan dari negara-negara lain termasuk teknologi, adat-istiadat, dan bentuk-bentuk pengungkapan kebudayaan. Jepang telah mengembangkan budayanya yang unik sambil mengintegrasikan masukan-masukan dari luar itu. Gaya hidup orang Jepang dewasa ini merupakan perpaduan budaya tradisional di bawah pengaruh Asia dan budaya modern Barat.

KEBUDAYAAN TRADISIONAL

Seni pertunjukan tradisional yang masih berjaya di Jepang dewasa ini adalah antara lain kabuki, noh, kyogen dan bunraku.

Kabuki adalah sebuah bentuk teater klasik yang mengalami evolusi pada awal abad ke-17. Ciri khasnya berupa irama kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh para aktor, kostum yang super-mewah, make-up yang mencolok (kumadori), serta penggunaan peralatan mekanis untuk mencapai efek-efek khusus di panggung. Make-up menonjolkan sifat dan suasana hati tokoh yang dibawakan aktor. Kebanyakan lakon mengambil tema masa abad pertengahan atau zaman Edo, dan semua aktor, sekalipun yang memainkan peranan sebagai wanita, adalah pria.

Noh adalah bentuk teater musikal yang tertua di Jepang. Penceritaan tidak hanya dilakukan dengan dialog tapi juga dengan utai (nyanyian), hayashi (iringan musik), dan tari-tarian. Ciri khas lainnya adalah sang aktor utama yang berpakaian kostum sutera bersulam warna-warni, dan mengenakan topeng kayu berlapis lacquer. Topeng-topeng itu menggambarkan tokoh-tokoh seperti orang yang sudah tua, wanita muda atau tua, dewa, hantu, dan anak laki-laki.

Kyogen adalah sebuah bentuk teater klasik lelucon yang dipagelarkan dengan aksi dan dialog yang amat bergaya. Ditampilkan di sela-sela pagelaran noh, meski sekarang terkadang ditampilkan secara tunggal.




Bunraku, yang menjadi populer sekitar akhir abad ke-16, merupakan jenis teater boneka yang dimainkan dengan iringan nyanyian bercerita dan musik yang dimainkan dengan shamisen (alat musik petik berdawai tiga). Bunraku dikenal sebagai salah satu bentuk teater boneka yang paling halus di dunia.

Berbagai seni tradisional lainnya, seperti upacara minum teh dan ikebana (merangkai bunga), terus hidup sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang. Upacara minum teh (sado atau chado) adalah tata-cara yang diatur sangat halus dan teliti untuk menghidangkan dan minum teh hijau matcha (dalam bentuk bubuk). Ada hal yang lebih penting daripada ritual membuat dan menyajikan teh, karena upacara ini merupakan rangkaian seni yang mendalam yang membutuhkan pengetahuan yang luas dan kepekaan yang sangat halus. Sado juga menjajaki tujuan hidup dan mendorong timbulnya apresiasi terhadap alam.

Seni merangkai bunga Jepang (ikebana), yang mengalami evolusi di Jepang selama tujuh abad, berasal dari sajian bunga Budhis di masa awalnya.

   

Seni ini berbeda dengan penggunaan bunga yang murni bersifat dekoratif saja, karena setiap unsur dari sebuah karya ikebana dipilih secara sangat cermat termasuk bahan tanaman, wadah di mana ranting dan bunga akan ditempatkan, serta keterkaitan ranting-ranting dengan wadahnya dan ruang di sekitarnya.

KEBUDAYAAN MODERN
Musik klasik masuk ke Jepang dari Barat. Penggemarnya cukup banyak dan sejumlah konser diadakan di berbagai tempat di Jepang. Jepang telah melahirkan banyak konduktor (seperti Ozawa Seiji), pianis, dan pemain biola dan mereka melakukan pertunjukan di seluruh dunia.

Sejak Kurosawa Akira memenangkan Golden Lion Award di Festival Film Venice pada tahun 1951, dunia perfilman Jepang menjadi pusat perhatian dunia, dan karya-karya dari sutradara besar seperti Mizoguchi Kenji dan Ozu Yasujiro mendapat sambutan luas. Pada tahun-tahun terakhir ini, Kitano Takeshi memenangkan Golden Lion Award pada Festival Film Venice 1997 dengan karyanya HANA-BI dan meraih penghargaan sebagai sutradara terbaik pada festival tahun 2003 dengan karyanya Zatoichi.

Film anime (kartun) Jepang yang menjadi hiburan bagi anak-anak Jepang sejak tahun 1960-an, kini diekspor ke seluruh dunia. Ada seri yang menjadi favorit anak-anak seluruh dunia, seperti Astro Boy, Doraemon, Sailor Moon, Detective Conan, dan Dragonball Z. Sementara itu, karya sutradara Miyazaki Hayao, Spirited Away, memenangkan Oscar sebagai film cerita kartun terbaik pada tahun 2003.

Untuk sastra, ada sejumlah pemenang Hadiah Nobel, yaitu Kawabata Yasunari dan Oe Kenzaburo. Sementara itu, karya-karya para pengarang yang lebih modern seperti Murakami Haruki dan Yoshimoto Banana populer di kalangan kaum muda Jepang dan telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa.